Pendidikan Keluarga di Kampung Urug

Keluarga di Kampung Adat Urug bertindak sebagai rahim pertama tempat nilai-nilai moral, tata krama, dan doktrin leluhur diturunkan lintas generasi melalui metode sosialisasi lisan dan keteladanan tindakan. Di dalam ruang domestik ini, anak-anak sejak usia belia dibimbing secara ketat untuk memahami konsep Pamali sistem tabu tradisional Sunda yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial dan pendidikan karakter. Melalui larangan-larangan kecil seperti keharusan memakai peci saat bersantap hingga larangan keras menendang peralatan dapur, orang tua di Kampung Urug berhasil menanamkan nilai kedisiplinan, rasa hormat yang mendalam kepada orang tua, serta kepatuhan hierarkis demi menjaga stabilitas dan keseimbangan fungsional keluarga.

Di samping internalisasi nilai adat di ranah domestik, bentang pendidikan di Kampung Urug kian kaya berkat kehadiran institusi pendidikan nonformal berbasis religi, seperti Pesantren Hidayatul Falah dan pengajian Riyadul Muttaqin. Didirikan secara swadaya di atas tanah wakaf oleh tokoh agama setempat, lembaga-lembaga ini menjadi kawah candradimuka tempat anak-anak memperdalam syariat Islam, mulai dari sorogan Al-Qur'an, tajwid, hingga kajian kitab-kitab akhlak mutiara. Menariknya, terjadi sebuah sinkretisme pendidikan yang indah di mana aktivitas pesantren tetap melebur dengan kalender adat, menciptakan harmoni yang sempurna antara keteguhan memeluk iman tauhid dan kesetiaan menjaga identitas kultural Sunda.